Langsung ke konten utama

Postingan

Blog Ini Lahir Lewat Kelas Blogger Pemula Bersama Mildaini

Postingan kali ini sedikit lebih spesial bagi saya karena di dalam postingan ini akan saya ceritakan tentang asal mula blog yang sedang kamu kunjungi ini, www.viarinzeani.com
Segalanya bermula saat sesuatu yang saya nanti-nantikan itu muncul. Dialah Mba MILDAINI. Kala itu pada Bulan April 2019 Mba Milda membuka Kelas Blog Pemula dalam rangka memperingati Hari Kartini. Awalnya saya akui bahwa saya biasa-biasa saja melihat pamflet yang kala itu tersebar di instagram, kata “PEMULA” tidak terlalu menusuk hati saya karena memang saya sudah mengenal blog sejak lama. Saya pun sampai lupa kapan pertama kali membuat blog karena udah lama sekali.
Dulunya, pertama kali blog yang saya buat adalah dari platform Blogspot. Iya karena hanya itu yang saya tahu dulunya, saya belajar otodidak sehingga sampai-sampai waktu itu karena ketidak tahuan saya, saya membuat puluhan alamat blogspot dan setiap blog hanya memiliki satu postingan, jadilah setiap blog memiliki nama alamat yang unik-unik. Kalau dipik…
Postingan terbaru

Yuniar Djafar, Setengah Abad yang Memberi Arti

Mari berkunjung ke blog http://www.sunsetbeautydiary.com maka akan kamu temukan sebuah profil milik seorang yang sangat menginspirasi buat saya, dialah Mba Yuniar Djafar. Mba Yuniarlahir di Surabaya tanggal 27 Juni 1966.
Iya, umurnya kini sudah lebih dari setengah abad namun jiwanya masih sangat muda. Katanya sih beliau merasa “semriwing” kalau dipanggil dengan sebutan Mba karena merasa tidak pantas untuk sebutan itu, tapi saya sih lanjut aja karena udah terlanjur nyaman, hihih.
Untuk jiwanya yang muda itu, saya menyaksikannya sendiri saat beliau mewawancarai saya lewat aplikasi di dunia maya, semua demi menghasilkan konten terbaik untuk blog miliknya yang memang sedang berusaha beliau tekuni.
Pertanyaan yang detail, jelas dan terukur namun tetap santun menunjukkan bahwa beliau memang merupakan wanita yang berkelas dengan pengalaman hidup yang tak sedikit. tak sekali beliau meminta maaf atas pertanyaan yang dilontarkannya padahal bagi saya itu wajar demi mendapatkan konten terbaik.
Kali …

Musdalifa Hamzah, Sarjana Teknik yang Memilih jadi IRT

Blogger yang akan saya ulas kali ini adalah seorang ibu rumah tangga dari Pulau Sulawesi. Beliau kelahiran Makassar, 24 Januari 1990 dan kini sudah dikaruniani tiga orang anak yang lucu-lucu.
Tentu saja awalnya Mba Ifa, anggap saja  begitu saya memanggilnya hehe, bukan merupakan seorang Ibu Rumah Tangga, beliau mengaku sebelumnya sempat bekerja hingga kemudian beliau tidak mampu untuk menahan ngidam parah saat mengandung, hingga kemudian memutuskan benar-benar berhenti bekerja. Berikut penuturannya,
“Memutuskan jadi ibu rumah tangga waktu itu umur masih 22, insyaAllah niatnya ibadah, dan kerja di luar cuma beberapa bulanresign karena ngidamnya parah, ndak kuat saya.”
Lalu bagaimana keseharian yang beliau lewati setelah menjadi Ibu Rumah Tannga? Saya sempat menanyai beliau lewat daring tentang suka dan suka beliau menjadi  Ibu Rumah Tangga serta  bagaimana caranya agar tetap produktif
Suka anak-anak Mba Ifa yang merupakan anak sulung dari 2 bersaudara ini mengakui kalau memang sejatiny…

Neti Suriana, Penulis Buku Islami dan Pertanian

Masya Allah, itulah yang pertama kali saya ucapkan ketika melihat biodata Mba Neti, anggap saja begitu saya memanggilnya, nama panjang beliau adalah Neti Suriana. Saya mengenali beliau di sebuah grup whatsapp khusus pelatihan blog pemula yang dibimbing oleh blogger senior Mba Milda.
Selain itu yang membuat saya lebih tercengang, saya melihat ada beberapa persamaan antara saya dan wanita asal Riau kelahiran Baturijal 25 Januari 1984  ini, diantaranya.. Penyuka Warna Hijau.
Yaps, sama seperti saya, Mba Neti yang merupakan anak kedua dari 5 bersaudara ini juga menyukai warna hijau. Hal itu wajar setelah melihat salah satu hobinya yakni berkebun. Orang-orang yang suka berkebun memang biasanya suka melihat warna hijau, ya jelas dong kan tanaman-tanaman didominasi warna hijau. Bagi saya warna hijau memang sangat menyejukkan mata dan menenangkan. By the way, kabarnya Rasulullah SAW juga menyukai warna hijau loh, jadi semakin cinta deh sama hijau :D Punya Nama Pena
Mba Neti juga punya nama pen…

Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan

Udah tahu wudhu kan ya? Biasanya kita akan berwudhu jika hendak melaksanakan salat, namun di balik itu ternyata berwudhu juga bisa bermanfaat bagi kesehatan loh.
Islam memang memiliki ajaran yang sangat sempurna, jika kita mendalami lagi ajaran-ajaran dalam agama islam maka akan kita temukan banyak manfaat ajaran-ajaran itu bagi kehidupan kita nah termasuk berwudhu ini.
Berikut adalah manfaat wudhu. Ulasan ini menilik dari buku karangan Muhammad Syafi’ie el-Bantanie tentang wudhu.

1.  Menstimulasi Titik-Titik Biologis Tubuh
Dr. Magomedov, peneliti pada lembaga General Hygiene and Ecology di Daghestan State Medical Academy, menjelaskan bahwa wudhu dapat menstimulasi (merangsang) irama tubuh secara alami. Stimulasi ini muncul pada seluruh tubuh. Khususnya pada arena yang disebut Biological Active Spots (titik-titik aktif biologis).
Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, dr. Magomedov mengatakan bahwa titik-titik aktif biologis ini mirip dengan titik-titik Refleksologi China. Perbedaa…

Cerpen : Wanita Umur Tiga Puluh Tujuh

“Surat lagi…” “Hei di sana…” “Di sana juga…” “Ehh di sana lagi…”
Oh, andai kalian tahu sungguh sibuk sekali kami di kayangan ini. Kami biasanya punya beberapa waktu sibuk diantaranya saat turun hujan, di sepertiga malam dan saat bencana terjadi.Kali ini kami benar-benar sedang sibuk sebab telah terjadi bencana di suatu tempat, kami tahu bahwa Tuhan sedang murka.
Pintu langit diketuk tiada henti. Kotak masuk di tiap-tiap pintu penuh dengan surat dari berbagai kalangan. Bahkan satu kalangan bisa berpuluh kali mengetukpintu dalam sehari. Setiap kali pintu diketuk maka setiap itu pula sebuah surat diletakkan di kotak masuk. Semua surat-surat itu adalah urusan kami, sampai-sampai kami tak bisa berkedip sedetik pun.
“Tuhan, apa tak hendak ditutup dulu sejenak?” tanyaku pada suatu waktu. “Jangan! Mereka itu hanya mengirimiku surat saat ini yakni saat mereka sedang berduka, sedang saat bahagia mereka berpaling dan lupa kepadaku. Biarkanlah. Ingin kulihat wajah memelas mereka. ” suara Tuhan mengget…