Langsung ke konten utama

About Me

Assalamualaikum..
Halaman ini kuperuntukkan bagi mereka yang benar-benar ingin mengenalku karena di halaman ini akan aku tampilkan beberapa portofolio, kegiatan-kegiatan, tempat-tempat dan orang-orang yang berkesan bagiku di dalam dunia kepenulisan serta sebagai bentuk ungkapan terimakasih karena sudah berada di lingkunganku selama ini. Yang penasaran boleh baca sampe bawah  sekali yaa... 

Ohya sebelumnya perkenalkan, nama asliku Rini Oktavia, S,P. mendapatkan gelar Sarjana Pertanian di Tahun 2018 dari Universitas Jambi tepatnya di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian. Dalam dunia kepenulisan aku sering menggunakan nama pena Via Rinzeani.

RIWAYAT PENULISAN
Buku Antologi :
1.  Sahabat Dunia Akhirat (Penerbit Pena Indis – 2014)



Buku ini merupakan buku antologi pertamaku yang diterbitkan oleh Penerbit Pena Indis pada tahun 2014. Buku ini merupakan hasil lomba cerpen nasional yang diadakan oleh penerbit sendiri dengan tema "sahabat". Di dalam buku ini berisi 25 judul cerpen terbaik yang ditulis oleh 25 orang penulis yang terpilih dalam lomba tersebut. Buku ini berisikan 163 halaman dengan judul "Sahabat Dunia Akhirat", sedangkan karyaku berjudul "Sahabat Tak Harus Sama" yang aku buat pada saat di kelas 12 Madrasah Aliyah maka cerita yang aku buat dalam buku ini pun terinspirasi oleh kegiatanku sehari-hari selama di sekolah.

2.  The Secret Admirer (Penerbit Griya Pustaka – 2015)




Menjadi lebih baik tentu butuh proses dalam pembelajaran. Di saat keinginan untuk belajar begitu kuat, aku mengikutkan diri pada sebuah kelas menulis cerpen intensif selama 2 bulan yakni pada Oktober-November 2014 yang dimentori oleh seorang wanita asli Jambi bernama Syarifah Lestari atau biasa kupanggil Kak Tari. Beliau merupakan cerpenis Jambi yang sangat terkenal menurutku sebab karya-karya cerpennya beberapa kali dimuat dalam majalah dan Surat Kabar di Jambi dan Indonesia. Beberapa karya lainnya beliau merupakan penulis antologi cerpen dan juga telah menerbitkan novel.
Kak Syarifah Lestari juga berkecimpung di dalam organisasi kepenulisan, beliau merupakan ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Jambi pertama, yang mana di kemudian hari aku juga sempat bergabung di FLP serta beberapa kali mengikuti agendanya.
Kelas menulis cerpen intensif yang aku ikuti tersebut dibawah naungan Sekolah Menulis Aifah yang didirikan sendiri oleh Kak Syarifah Lestari. Satu kelas terdiri dari 3 orang sehingga bisa dibayangkan begitu eksklusif kelas tersebut, setiap karya yang kami hasilkan dinilai secara rinci oleh Kak Tari. Sebagai output dari kelas menulis tersebut, karya-karya kami dan Kak Tari diterbitkan dalam sebuah buku antologi cerpen yang diberi judul "The Secret Admirer". Judul itu diambil dari judul karyaku yang dinilai Kak Tari memiliki nilai jual dan menarik. Dalam buku tersebut berisi 10 cerpen. Akhirnya tak lama setelah kelas menulis usai, buku pun berhasil diterbitkan.

3.  Pak Den dan Bu Wi (Penerbit Genom – 2015)



Buku ini merupakan buku antologi paling tebal yang aku miliki yakni 258 halaman. Buku ini terbit berdasarkan lomba cerpen nasional yang diadakan oleh Penerbit Genom pada 6—26 November 2015. Hasil lomba tersebut melahirkan 220 penulis terpilih yang keseluruhannya menjadi kontributor buku antologi cerpen sehingga kemudian seluruh cerpen dibagi menjadi 5 buku, buku ini adalah buku bagian kelima. Ketika itu lomba cerpen mengangkat tema “Ayah”

4.  Kursi Ayah dan Ibu (Penerbit Harasi – 2018)



Pada tahun 2018, dengan mengangkat tema "Usang", Penerbit Harasi berhasil mengeluarkan sebuah antologi cerpen hasil lomba cerpen nasional yang memuat cerpen-cerpen hasil karya 25 penulis terpilih. Judul cerpenku terdapat di urutan pertama dengan judul "10 cm rajutan usang".

5.  Galaxy of Our First (Penerbit E&joy Media – 2018)



Buku antologi cerpen ini diterbitkan oleh Penerbit E&joy Media tahun 2018 yang memuat 19 karya cerpen dari penulis-penulis terpilih hasil lomba menulis cerpen nasional dengan tema "Pertama Kali". Uniknya penerbit memang baru pertama kali mengadakan lomba cerpen. Karyaku dalam buku ini bernuansa islami dengan judul "Jilbab pertama Linda"

6.  Untukmu Aku Akan Bertahan (Penerbit Bintang Pelangi – 2018)



Sama dengan judul buku, penerbit sebelumnya mengadakan event menulis cerpen nasional dengan tema "Untukmu Aku Akan Bertahan" tahun 2018.Di dalam buku ini berisi karya dari 25 orang penulis terpilih. 

7. Membangun Mimpi Anak Indonesia (Penerbit Ar-Rahman – 2018)



Diterbitkan tahun 2018, buku ini merupakan buku ke-tujuh yang sangat istimewa bagiku karena buku ini merupakan buku antologi pertamaku dengan karya berupa cerita inspiratif. Sesuai namanya, kisah yang kuceritakan dalam buku ini adalah non fiksi alias kisah nyata dengan aku sendiri yang menjadi aktornya. Buku ini dibangun oleh 25 kontributor terpilih dengan kisah-kisah yang sangat menginspirasi. Judulku adalah "Anak-anakku, mari kita lihat dunia".

8. My Hijab My Story (Penerbit CV Multi Global Makmur – 2019)
Buku ini ada buku antologi selanjutnya yang memuat kisah inspiratif. Di dalam buku ini juga berisi cerita-cerita nyata dari para penulis, termasuk ceritaku yang kuambil dari penggalan kisahku sendiri. Hanya satu harapanku, semoga ceritaku bisa bermanfaat bagi yang membacanya. Aamiin..



RIWAYAT LOMBA DAN EVENT


2015



National Sriwijaya Leaders Forum BEM KM Universitas Sriwijaya, Palembang



2016


Beasiswa Tanoto Foundation Program National Champion Scholarship 
( Tanoto Scholars Gathering, Kab. Pelalawan - Riau )



Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Agriculture Innovation Festival (NAIF), Universitas Hasanuddin, Makassar 


Sociopreneur Muda Indonesia (SOPREMA), Universitas Gadjah Mada Yogyakarta






Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS, Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara.
( kiri : Kontingen Provinsi Jambi ; Kanan : closing ceremony - Sumber gambar : old.unmul.ac.id)




2017




- Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Universitas Jambi

- Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) Fakultas Pertanian Universitas Jambi

- Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) DIKTI




2018


Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Indonesia (PWMP) Kementerian Pertanian



2019

Juara Favorit Lomba Blog Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan




AKTIVITAS
Saat ini sedang mengabdikan diri pada bagian administrasi di Yayasan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo - Jambi.



SOSIAL MEDIA
Instagram : @viarinzeani
Facebook / FP : Via Rinzeani
Email : viarinzeani@gmail.com 



INI KATA MEREKA TENTANG AKU ...

Mildaini
https://www.mildaini.com/2019/08/via-rinzeani-penulis-muda-dari-jambi.html

Sunset Beauty Diary
https://www.sunsetbeautydiary.com/2019/08/rini-oktavia-the-unstoppable.html

Diska Widya
https://www.diskawidya.com/2019/08/tips-terhindar-dari-mata-panda-ala-via.html?m=1

Neti Suriana
https://www.netisuriana.com/2019/08/via-rinzeani.html?m=1

Julyanidar
https://www.julyanidar.com/2019/08/mengenal-rini-oktaria.html

Ifandhamyi
https://www.ifandhamyi.com/2019/08/blogger-muslimah-asal-jambi-dengan.html?m=1

Ubunnayyira
https://www.ubunnayyira.com/2019/08/rini-oktavia-blogger-dan-penulis.html

Rumbengks
http://www.rumbengks.com/2019/08/4-hal-yang-harus-kamu-ketahui-tentang.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin Hijrah Ke Pakaian Syar’i? Begini Caranya Agar Istiqomah

Kini kata “hijrah” sudah booming banget ya, oleh karena itu dimana-mana akan mudah kamu temukan cerita, tulisan atau pengalaman orang-orang tentang hijrahnya. Ada cerita dengan alur yang begitu mulus, cerita yang biasa-biasa saja hingga cerita yang begitu pelik dan penuh drama.
Iya, setiapinsan pasti punya cerita hijrahnya sendiri, itupun kalau berani memulainya, jikalau tidak berani memulai maka cerita itu tidak akan aada.
Sebenarnya, apa itu hijrah? Hijrah secara harfiah berarti “meninggalkan”, dan sering diartikan meninggalkan sesuatu yang buruk menuju ke sesuatu yang lebih baik. Sangat mudah memahami arti kata hijrah ini, jika kita saat ini sedang menjalani sesuatu yang buruk dan tidak disukai oleh Allah SWT maka kita harus hijrah dengan melakukan sesuatu yang baik dan disukai oleh Allah SWT.
Ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: "Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah …

Bijak dalam Konsumsi Pangan, Bantu Pertahankan Keanekaragaman Hayati demi Sumber Pangan dan Kesehatan

Semakin waktu bergulir maka era pun semakin modern dimana kini mayoritas masyarakat di dunia cenderung menerapkan gaya hidup serba instan dan jauh dari kebiasaan masa lampu, tak terkecuali soal pangan. Kini, tak sedikit masyarakat yang tidak mementingkan dari mana makanan mereka berasal, yang penting hanyalah bagaimana mereka bisa melepaskan rasa lapar melalui makanan-makanan yang enak, mahal atau bahkan makanan yang ter-update.

Mari kita sejenak menelisik ke masa-masa lampau dimana saat itu manusia mengolah makanan dengan rangkaian proses yang panjang. Memang mungkin kamu yang membaca ini tidak pernah merasakan bagaimana proses membuat makanan dari nol tapi kita tahu dari sejarah atau cerita orang tua bahwa dahulunya masyarakat memulai semuanya dari kegiatan menanam, memelihara, memanen, menjemur atau mengeringkan, menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu hingga mengolahnya sampai menjadi makanan yang siap disantap, semuanya memerlukan proses yang bersinergi dengan alam sebagai tem…

Ke Kabupaten Bungo? Ini 20 Rekomendasi Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi

Bungo merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayah 4.659  km² (9,80% dari luas Provinsi Jambi) dengan populasi 303.135 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2010). Kabupaten ini ber-ibu kota di Muara Bungo. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Bungo Tebo. Kabupaten ini terdiri dari 17 kecamatan. Kabupaten ini memiliki kekayaan alam yang melimpah di antaranya sektor perkebunan yang ditopang oleh karet dan kelapa sawit dan sektor pertambangan ditopang oleh batubara. Selain itu Kabupaten Bungo juga kaya akan emas yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bungo (Wikipedia. Diakses 2019).

Batas-batas wilayah Kabupaten Bungo adalah sebagai berikut:


Utara : Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat
Selatan : Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi
Barat : Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi
Timur : Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

Kota Bungo mengalami perkembangan yang semakin pesat akhir-akhir ini terlebih sejak berdirinya Bandar Udara Muara Bungo yang me…