BOOK REVIEW : SELAGI MASIH MUDA (Dr. A’idh Al-Qarni, M.A)

book-review-selagi-masih-muda


IDENTITAS BUKU

Judul : Selagi Masih Muda

Penulis : Dr. A’idh Al-Qarni, M.A penulis Buku Best Seller “La Tahzan”

Penerbit         : AQWAM

Tebal : 344 halaman


BACK COVER :

“Jagalah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Masa mudamu sebelum masa tuamu; masa sehatmu sebelum masa sakitmu; masa kayamu sebelum masa miskinmu; masa hidupmu sebelum kematianmu; masa luangmu sebelum masa sempitmu” (HR Hakim dengan sanad shahih)

Bagi sebuah bangsa, pemuda adalah agent of change (agen perubahan). Sebuah perjuangan, apapun ideologi yang diperjuangkan, hamper mustahil sukses tanpa kiprah kawula muda. Sejarah membuktikan hal itu. Itulah rahasianya, mengapa Rasulullah menguatkan lini pemuda pada awal dakwahnya.

Sayang, kini banyak pemuda Islam tengah menjadi korban pembaratan. Merek terkepung oleh 1001 media dan sarana pemuas syahwat. Mereka terjeba menggunakan masa muda untuk aktivitas yang tak bernilai ibadah, merusak diri, dan menghancurkan potensi. Mereka kemudian terhempas menjadi generasi yang tak memiliki jatidiri dan pegangan hidup. Sayang, sungguh sayang! Padahal masa muda adalah masa yang sangat menentukan bagi tumbuh kembangnya potensi diri. Kesalahan memanfaatkannya, akan berakibat fatal bagi masa depan. Dan sesal, selalu di kemudian hari.

Sebagai wujud perhatian kepada kawula muda, buku ini hadir. Dengan sentuhan khasnya, Dr. A’idh bin Abdullah Al-Qarni, M.A. mengajak para pemuda untuk membuat masa muda menjadi bermakna.


Kala itu aku sedang kalut dan galau, merasa hidup sedang monoton dan tak baik-baik saja. Aku ingin melakukan sesuatu tapi tak tau ingin melakukan apa. Aku ingin diam tapi juga merasa jenuh untuk terus diam saja. Mungkin karena hidup di masa pandemi covid-19 apa-apa jadi susah, bahkan untuk refreshing jalan-jalan atau berkumpul bersama teman pun jadi tak mungkin. Akhirnya aku mengadukan apa yang aku rasakan ini kepada suamiku lalu kemudian suamiku memberikan buku ini kepadaku. Buku ini sebenarnya sudah lama ikutan berjejer di rak buku namun aku tak terlalu tertarik karena memang aku tak terlalu menyukai buku non fiksi, aku lebih senang buku-buku fiksi atau buku sejarah dengan banyak hikmah di dalamnya.

Namun karena kegalauanku tak tau akan dibawa kemana, aku akhirnya menyantap buku ini. Dari judulnya “Selagi Masih Muda” ya cocok lah untuk aku yang emang kategori masih berumur seperempat abad dan belum menginjak kepala 3. Hasilnya?

Waw, bagus banget dan lumayan banget bikin aku tersadar akan beberapa hal yang aku sia-siakan selama ini. Buku ini mengingatkanku tentang banyak hal yang harus dan tak harus aku lakukan sebagai generasi muda, semuanya dilakukan untuk meraih ridho Allah SWT dan untuk masa depan keluarga hingga bangsa dan negara.

book-review-selagi-masih-muda
gambar dokumentasi pribadi


Jadi akan aku rangkum beberapa hal menurut aku penting dari buku ini :

Pertama, perhatikan masa mudamu

Di sini kita dituntut untuk mengenali diri kita sendiri dan mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan selama ini, apakah itu termasuk hal yang sia-sia? Apakah kita sudah mengamalkan Al-Qur’an dengan benar seperti halnya sabahat-sabahat nabi pada zaman dulu? Ataukah kita hanya sedang hidup mengikuti syahwat dan hawa nafsu??

Kedua, bagaimana seharusnya generasi muda?

Buku ini memberikan banyak sekali cerita tentang contoh-contoh pemuda terbaik yang pernah ada misalnya kisah pemuda kahfi dan kisah pemuda lainnya, jadi buku ini membuat kita gak bosan membacanya. Kisah Rasulullah SAW juga banyak diceritakan sebab memang Rasulullah SAW merupakan tauladan ummat manusia sepanjang zaman.

Ohya banyak juga kutipan ayat Al-Qur’an dan hadis yang tentu saja membuat kita lebih yakin dan tersentuh dengan kata-kata yang disajikan dalam buku ini.

Ketiga, gelorakan semangat!

Karna untuk menjadi pemuda yang terbaik sebagai pembawa perubahan tentu yang dibutuhkan bukan hanya kesadaran namun gerakan yang kuat dan bersemangat, terus optimis dan tidak mudah menyerah terhadap tantangan dan rintangan yang dating kemudian

Keempat, Pemuda, bercita-citalah!

Masa muda adalah fitrah, sebelum mencapai hari tua, setiap manusia yang diberi umur akan merasakan menjadi generasi muda, dan itu waktu yang sangat krusial, jika masa muda dilewati dengan penuh kebaikan dan cita-cita yang agung tentu masa tua juga akan dihiasi dengan manisnya buah-buah perjuangan. Karena itu generasi muda harus memiliki cita-cita terbaiknya dan berusaha untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Baca Juga :

Book Review : Asiyah - Sang Mawar Gurun Firaun (Sibel Eraslan)

Book Review : Cinta yang Tak Biasa (Natta Reza & Wardah Maulina)

Nah demikianlah review buku ini yang bisa aku sampaikan, intinya buku ini bagus banget untuk kamu yang gabut atau galau, terlebih kamu yang memang sedang  mencari jati diri.

Semoga bermanfaat


Komentar

Postingan Populer