MASIH BERJUANG MENJADI IBU

Sumber : Orami.co.id


Menjadi ibu mungkin menjadi hal yang mudah bagi  sebagian  orang.  Mengapa   dibilang  mudah?   karena   tanpa melalui  berbagai program kehamilan, sang wanita sudah bisa langsung menjadi  bumil  (sebutan  untuk  ibu  hamil)   dalam   waktu   yang  sangat    singkat.    Bahkan    setelah menikah,    sebagian  wanita  tidak  lagi  mengalami  masa menstruasi bulanan karena memang sudah mengandung janin di rahimnya.

Berbeda dengan sebagian calon ibu yang lain. Ada yang telah menikah bertahun-tahun namun belum juga dikaruniai janin di rahimnya. Sudah menghabiskan banyak biaya, waktu dan tenaga juga tak tampak bawa si calon bayi akan hadir. Ada pula yang telah merasakan menjadi bumil namun tak juga menjadi ibu yang sesungguhnya disebabkan si janin keguguran atau berbagai masalah kehamilan lainnya.

Menjadi seorang ibu adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa sekaligus menjadi rahasia indah dari-Nya. Sebab sebagai seorang wanita, kita sama sekali tidak tahu apakah setelah menikah kita akan mudah mendapatkan rezeki kehamilan itu atau tidak, terlebih memang tidak semua calon pengantin wanita melakukan pengecekan kesehatan reproduksi sebelum menikah. Maka yang bisa dilakukan hanyalah pasrah pada Yang Maha Kuasa namun tetap berharap, berdoa dan memperbanyak ikhtiar agar diberikan rezeki itu oleh-Nya.

Menjadi seorang ibu adalah perjuangan, sebab ibu adalah Al-Madrasatul Ula, yakni madrasah pertama bagi anaknya. Seorang ibu telah mendidik anaknya sejak sang anak masih dalam kandungan. Setelah lahir ke dunia, orang-orang pertama yang dilihat oleh sang anak adalah orang tuanya yakni ibu dan ayahnya. Ibu yang akan memberikan air dari tubuhnya untuk pertumbuhan sang anak. Di masa-masa awal setelah melahirkan, ibu tetap yang paling intens berinteraksi dengan anak, bahkan ibu akan mendampingi anak melewati masa tumbuh kembangnya hingga dewasa.

Begitu mulia dan berartinya perjuangan seorang ibu, karena itu untuk menjadi ibu juga bukan perkara gampang, bukan hanya perkara mengandung dan melahirkan namun perjuangan itu akan lebih luas lagi. Ketika seorang wanita sudah menjadi seorang ibu maka ia akan menjadi seorang ibu untuk anaknya sampai akhir hayatnya.

Sumber : Sindonews.com

Karena itu, menjadi seorang ibu yang berkualitas tentu menjadi hal yang penting. Sebab semakin baik seorang ibu, baiklah anak-anak yang dilahirkan dan dididiknya, baik pula generasi masa depan. Ibu adalah awal untuk sebuah akhir yang istimewa.

Nah, untuk kamu yang masih belum menjadi seorang ibu, mari kita ambil hikmah dari semua ini, artinya kita masih punya banyak kesempatan untuk memperbaiki diri agar kita mampu menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anak yang akan kita lahirkan nanti.

Jadi, apa yang harus dipersiapkan ?

1.       Mental

Sumber : Pixabay.com

     Tentu persiapan mental merupakan persiapan yang sangat penting. Seorang wanita yang sudah menikah harus siap dengan kodratnya yakni mengandung, melahirkan dan termasuk ikut mendidik anak. Seorang wanita yang sudah menikah harus sudah siap menerima suka duka menjadi seorang ibu. Sebab menikah bukan hanya tentang bahagia menjadi ibu, bukan hanya tentang indahnya memiliki anak-anak yang lucu, namun tentu ada sakitnya mengandung dan melahirkan serta repotnya mengurus keperluan rumah tangga juga susahnya mendidik anak-anak

Kesiapan mental ibu bisa diasah dengan banyaknya ibu menggali informasi tentang mendidik anak misalnya dengan membaca buku atau sharing dengan orang-orang yang lebih berpengalaman. Hal ini diharapkan mampu memberikan gambaran apa yang harusnya dilakukan ibu nanti, jadi ketika waktu itu tiba, ibu sudah siap dan tidak shock dengan kondisi yang baru pertama kali dialami.

 

2.       Fisik

Sumber : Pixabay.com


Hamil, melahirkan dan mendidik anak itu memiliki tantangannya sendiri-sendiri dan itu tentu dibutuhkan fisik yang kuat. Ketika wanita menjadi seorang ibu, ia tidak lagi hanya mengurusi dirinya sendiri, mengurus suami, mengurus rumah saja namun sudah ada anak yang harus diperhatikan dengan segenap jiwa dan raga. Karena itulah seorang ibu harus memiliki fisik yang mumpuni. Untuk mendapatkan fisik yang sehat, calon ibu harus memperhatikan asupan makanan yang baik untuk tubuh serta rajin berolahraga agar tubuh tetap sehat.

 

3.       Materi

Sumber : Pixabay


Katanya “banyak anak banyak rezeki” itu kata pepatah zaman dulu. Namun di zaman ini sepertinya sudah susah untuk menerapkan kata-kata itu. Semakin hari biaya hidup semakin banyak, pajak semakin besar, boleh jadi esok akan ada masanya untuk melahirkan anak pun dikenakan pajak/biaya bersalin yang besar. Kita mungkin tak kuasa untuk menolak perubahan zaman namun jika ingin memiliki banyak anak, calon ibu bisa melakukan berbagai persiapan keuangan, misalnya dengan memperbesar pendapatan keluarga, melakukan investasi ke berbagai sektor atau dengan cara menabung. Cara menabung yang dari dulu hingga kini masih populer adalah dengan menabung emas. Nah melalui laman www.ibupedia.com ada berbagai cara yang bisa dilakukan dalam menabung emas untuk mendapatkan cuan yang lebih. Menabung emas tak akan membuat uang kita berkurang, malah akan bertambah, maka menabung emas cocok dilakukan oleh calon orang tua dalam mempersiapkan masa depan rumah tangga.

 

4.       Melakukan Perencanaan

Sumber : Pixabay.com


Selain perencaan kehamilan, sebagai calon ibu tentu menginginkan segala hal yang terbaik untuk anak-anak. Lingkungan termasuk salah satu faktor yang mampu mempengaruhi tumbuh kembang anak. Mulai sekarang tak ada salahnya berencana bagaimana anak anak tumbuh, dimana anak akan bersekolah, bagaimana lingkungan tempat tinggal yang baik untuk anak. 

 

Nah demikianlah berbagai persiapan calon ibu yang bisa dilakukan sembari berusaha dan berdoa agar sang anak segera hadir di kehidupan nyata. Ingatlah Tuhan tak akan tidur dan lupa dengan doa-doa kita. Yakinlah pada saatnya nanti usaha kita ini akan membuahkan hasil. Perjuangan demi perjuangan akan membuahkan pelajaran yang berharga dan membentuk pribadi kita menjadi pribadi yang terbaik.

 

Semoga bermanfaat.

Komentar

POPULAR POST