Langsung ke konten utama

Book Review : Dear Allah (Diana Febi)



review-buku-dear-allah

Blurb :
Cinta dalam diam Naira tersimpan rapi bertahun-tahun kepada Wildan yang hatinya telah tertambat pada gadis lain. Naira harus menahan  rasa sakit saat mendengar Wildan selalu menceritakan gadis yang ia cinta di hadapan Naira. Cinta diam-diam begitu berat lagi. ketika Wildan memutuskan akan menikahi gadis lain. namun sebuah takdir mempersatukan Wildan dan Naira dalam satu ikatan pernikahan yang tak terduga.

Naira percaya bahwa cinta yang selalu melibatkan Allah tidak akan pernah membuat kecewa hamba-Nya. Hanya doa dan keyakinan yang selalu menguatkan dirinya di kala hati mulai rapuh karena cinta yang sepihak. Naira percaya bahwa kesabaran, keikhlasan dan ketulusan cinta suci akan berakhir pada suatu kebahagiaan yang sudah direncanakan oleh-Nya. Sebab, perkara mudah bagi Allah untuk menjodohkan hamba-Nya

Penerbit : Coconut Books
Penulis : Diana Febi
Tebal : 412 halaman

Review :
Buku ini adalah buku yang dibelikan oleh seseorang untukku. By the way, first of all, makasih buat bukunya ya. Buku ini memang sudah lama sekali bikin aku tertarik sebab setiap kali aku ingin membeli buku lewat online / market place, selalu saja kelihatan buku ini, cover warna merah dengan judul yang hanya 2 kata membuatku benar-benar tertarik, istilahnya cover buku ini bener-bener bisa bikin buku ini menjadi pusat perhatian dibandingkan dengan buku-buku sejenis lainnya. Dari judulnya saja kelihatan kalau ini adalah buku novel dan  bergenre religi. Sekali lagi, buku yang bergenre religi selalu jadi buku incaranku.

Ohya di daring banyak sekali yang jual buku bajakannya dengan harga yang sangat amat murah. Padahal ternyata harga aslinya lumayan banget jauh loh, wah kasihan juga ya penulisnya. Semoga masyarakat Indonesia yang punya uang berlebih enggak terpengaruh buat beli buku bajakan ya.

Oke lanjut ya aku mau bahas buku ini sebab buku ini bener-bener berhasil bikin aku menangis di beberapa lembar pertama.  Bukan aku yang cengeng kok, beneran deh. Tapi buku ini tu beneran keren menurut aku. Buku ini termasuk buku langka, saat baca openingnya kelihatan kalau buku ini akan kaya alur.

Dilihat dari latar belakang terbitnya buku ini yang telah popular di wattpad tentu aku sudah tidak ragu lagi dengan alurnya, aku yakin akan dibawa oleh penulisnya kemana-mana mengikuti alur. Ya benar saja, buku setebal  ini juga kaya konflik padahal dengan jumlah tokoh yang tidak banyak.

Saat membaca buku ini, mataku seperti berdekatan dengan bawang, menangis berkali-kali sebab penulisnya cukup tragis mememainkan peran tokoh.

Ringkasnya, buku ini mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Naira yang menyukai seorang lelaki bernama Wildan secara diam-diam. Sampai suatu ketika Wildan akan menikah dengan seorang wanita lain yang disukainya, Naira pun mencoba mengikhlaskan dengan menerima pinangan dari lelaki lain yakni teman Wildan sendiri. Namun takdir berkata lain, pernikahan Wildan dengan calonnya batal, dan akhirnya pernikahan Wildan diselamatkan oleh Naira. Namun pernikahan itu tentu tak berjalan mulus, berbagai konflik masa lalu membuat pernikahan mereka oleng bahkan hampir kandas hingga kemudian biduk pernikahan yang oleng itu kembali tegak mengikuti arus. Saat pernikahan sedang baik-baiknya mereka kembali dihantam oleh badai masa lalu, juga kenyataan bahwa Naira tak bisa hamil. Wildan dihadapkan pada berbagai pilihan hingga pada akhirnya aku harus berterima kasih pada penulisnya sebab telah menghadiahi happy ending pada novel ini. Wildan dan Naira bahagia di akhir kisah.

Namun, dibalik kisah yang unik ini menurutku ada beberapa hal yang tidak masuk akal pada beberapa alur dan terkesan dipaksakan oleh penulisnya demi membuat konflik yang bagus. Meski demikian,  over all aku suka dengan novel ini.

Sekian review dari novel berjudul Dear Allah karya Diana Febi. Sampai jumpa dengan review berikutnya.

Baca Juga : 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin Hijrah Ke Pakaian Syar’i? Begini Caranya Agar Istiqomah

Kini kata “hijrah” sudah booming banget ya, oleh karena itu dimana-mana akan mudah kamu temukan cerita, tulisan atau pengalaman orang-orang tentang hijrahnya. Ada cerita dengan alur yang begitu mulus, cerita yang biasa-biasa saja hingga cerita yang begitu pelik dan penuh drama.
Iya, setiapinsan pasti punya cerita hijrahnya sendiri, itupun kalau berani memulainya, jikalau tidak berani memulai maka cerita itu tidak akan aada.
Sebenarnya, apa itu hijrah? Hijrah secara harfiah berarti “meninggalkan”, dan sering diartikan meninggalkan sesuatu yang buruk menuju ke sesuatu yang lebih baik. Sangat mudah memahami arti kata hijrah ini, jika kita saat ini sedang menjalani sesuatu yang buruk dan tidak disukai oleh Allah SWT maka kita harus hijrah dengan melakukan sesuatu yang baik dan disukai oleh Allah SWT.
Ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: "Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah …

Bijak dalam Konsumsi Pangan, Bantu Pertahankan Keanekaragaman Hayati demi Sumber Pangan dan Kesehatan

Semakin waktu bergulir maka era pun semakin modern dimana kini mayoritas masyarakat di dunia cenderung menerapkan gaya hidup serba instan dan jauh dari kebiasaan masa lampu, tak terkecuali soal pangan. Kini, tak sedikit masyarakat yang tidak mementingkan dari mana makanan mereka berasal, yang penting hanyalah bagaimana mereka bisa melepaskan rasa lapar melalui makanan-makanan yang enak, mahal atau bahkan makanan yang ter-update.

Mari kita sejenak menelisik ke masa-masa lampau dimana saat itu manusia mengolah makanan dengan rangkaian proses yang panjang. Memang mungkin kamu yang membaca ini tidak pernah merasakan bagaimana proses membuat makanan dari nol tapi kita tahu dari sejarah atau cerita orang tua bahwa dahulunya masyarakat memulai semuanya dari kegiatan menanam, memelihara, memanen, menjemur atau mengeringkan, menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu hingga mengolahnya sampai menjadi makanan yang siap disantap, semuanya memerlukan proses yang bersinergi dengan alam sebagai tem…

Ke Kabupaten Bungo? Ini 20 Rekomendasi Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi

Bungo merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayah 4.659  km² (9,80% dari luas Provinsi Jambi) dengan populasi 303.135 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2010). Kabupaten ini ber-ibu kota di Muara Bungo. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Bungo Tebo. Kabupaten ini terdiri dari 17 kecamatan. Kabupaten ini memiliki kekayaan alam yang melimpah di antaranya sektor perkebunan yang ditopang oleh karet dan kelapa sawit dan sektor pertambangan ditopang oleh batubara. Selain itu Kabupaten Bungo juga kaya akan emas yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bungo (Wikipedia. Diakses 2019).

Batas-batas wilayah Kabupaten Bungo adalah sebagai berikut:


Utara : Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat
Selatan : Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi
Barat : Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi
Timur : Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

Kota Bungo mengalami perkembangan yang semakin pesat akhir-akhir ini terlebih sejak berdirinya Bandar Udara Muara Bungo yang me…