Langsung ke konten utama

Atur Budget Bulanan dengan Aplikasi Money Manager

money-manager

Hai, kenapa kamu membaca artikel ini? Saya tebak pasti karena sedang bermasalah dengan keuangan ya? Karena dulunya saya sempat  merasakan masalah keuangan juga loh, karena kalau enggak punya pengalaman rasanya enggak renyah jadinya artikel yang saya tulis ini.

Keuangan memang menjadi hal yang sangat penting. Betapa tidak? Setiap hari kita menggunakan uang untuk kebutuhan kita sehari-hari, baik itu untuk kebutuhan pangan, sandang  hingga kebutuhan papan. Saat ini meski bentuknya digital pun tetap saja namanya uang.

Berbeda dengan zaman dahulu yang ketika menginginkan sesuatu misalnya berbentuk barang maka bisa ditukarkan dengan barang pula, sistem barter istilahnya, tapi saat ini dengan semakin mudahnya traksaksi uang menyebabkan sistem barter sudah sangat lama tidak digunakan lagi.

Nah dengan peredaran uang yang semakin mudah ini maka semakin mudah pula kita untuk menghabiskan uang, melek dikit lihat online shop dan dana di rekening tabungan masih ada, lanjut deh tu uang di tabungan melayang ke situs online shop. Belum lagi banyak media sosial yang digunakan dan berisi berbagai macam iklan, lanjut deh tergiur untuk menggunakan uang demi mendapatkan barang yang menarik perhatian.

Akibatnya, jika tidak pandai-pandai berhemat, manajemen keuangan pun menjadi semakin kacau. Jangan salah-salah ya, manajemen keuangan yang buruk akan sangat mempengaruhi bagaimana kehidupan kita selanjutnya. Gak mau  kan kalau nantinya kita banyak hutang gara-gara manahemen keuangan yang buruk? Duh jangan sampai itu terjadi yaaa

Nah jadi ceritanya beberapa waktu yang lalu saya sempet kebingungan dengan dana yang habis. What, habis?

Iya beneran loh, padahal nih ya kondisinya saya sudah bekerja, dan gaji saya lumayan lah buat diri saya yang masih single ini, tinggal bersama kedua orang tua dan keluarga besar yang masih lengkap Alhamdulillah. Pun lokasi tempat tinggal saya dengan tempat kerja amat dekat. Saya pun ngerasa gak terlalu rajin hang-out bersama teman-teman, juga gak rajin menabung. So, bisa dibilang kalau pengeluaran saya itu minim deh.

Saya jadi bingung kan ya kenapa bisa setiap gajian tuh merasa kurang banyak aja gitu? Dasar rakus, hahaha.

Namun kemudian saya berpikir memang saya tipe orang yang gak peduli dengan jumlah uang yang ada, kalau ngerasa perlu dikeluarin ya dikeluarin aja tanpa perlu ngitung sisanya, jadi saya kemudian berpikir untuk menggunakan pengawasan terhadap diri saya sendiri. Saya kemudian searching kesana-kemana di berbagai situs dan menemukan sebuah aplikasi yang menarik, namanya Money Manager. Gimana menggunakannya ?
money-manager


Pertama-tama instal aplikasinya di playstore. Warna aplikasinya merah dengan logo tikus, gak tau deh maksudnya tikus itu apa ya? Tapi tak usah hiraukan, kita langsung buka aja ya..
money-manager



Setelahnya akan dihadapkan dengan halaman kosong, langsung aja sentuh tanda tambah.

money-manager


Selanjutkan ada 3 tab yang perlu diperhatian, isi pendapatan terlebih dahulu, bisa dipilih lewat Cash, Accounts atau Card. Saya biasanya memilih Cash. Kemudian ada pilihan kategori yakni Allowance, Salary, Petty Cash, Bonus dan Other. Saya biasanya memilih Sallary yang artinya gaji. Lalu tentukan nominal gaji yang diterima. Setelah selesai inputan akan  tersimpan.


money-manager


Selanjutnya isilah menu pengeluaran. Isi akun dengan Cash, Account atau Card. Kemudian pilih kategori, di sini ada banyak kategori, kamu bisa memilih sesuai yang kamu inginkan, kategorinya pun bisa ditambah dan bisa diganti-ganti, sangat fleksibel menurut saya. Setelah kamu mengisi pengeluaran kamu akan otomatis masuk ke halaman dimana disitu terlihat selisih antara pendapatan dan pengeluaran kamu.


money-manager


Baca Juga :
Mengapa Domain Penting untuk Bisnis Online-mu?

Nah di sini lah fungsinya kita bisa mengontrol sisa uang yang kita pegang serta untuk apa saja uang tersebut dihabiskan. Saya yakin kalau kita peduli dengan uang yang ada di genggaman kita, kita akan menggunakan cara apapun untuk menghargainya dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang bermanfaat saja.

Simpel kan. Semoga artikel ini membantu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin Hijrah Ke Pakaian Syar’i? Begini Caranya Agar Istiqomah

Kini kata “hijrah” sudah booming banget ya, oleh karena itu dimana-mana akan mudah kamu temukan cerita, tulisan atau pengalaman orang-orang tentang hijrahnya. Ada cerita dengan alur yang begitu mulus, cerita yang biasa-biasa saja hingga cerita yang begitu pelik dan penuh drama.
Iya, setiapinsan pasti punya cerita hijrahnya sendiri, itupun kalau berani memulainya, jikalau tidak berani memulai maka cerita itu tidak akan aada.
Sebenarnya, apa itu hijrah? Hijrah secara harfiah berarti “meninggalkan”, dan sering diartikan meninggalkan sesuatu yang buruk menuju ke sesuatu yang lebih baik. Sangat mudah memahami arti kata hijrah ini, jika kita saat ini sedang menjalani sesuatu yang buruk dan tidak disukai oleh Allah SWT maka kita harus hijrah dengan melakukan sesuatu yang baik dan disukai oleh Allah SWT.
Ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: "Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah …

Bijak dalam Konsumsi Pangan, Bantu Pertahankan Keanekaragaman Hayati demi Sumber Pangan dan Kesehatan

Semakin waktu bergulir maka era pun semakin modern dimana kini mayoritas masyarakat di dunia cenderung menerapkan gaya hidup serba instan dan jauh dari kebiasaan masa lampu, tak terkecuali soal pangan. Kini, tak sedikit masyarakat yang tidak mementingkan dari mana makanan mereka berasal, yang penting hanyalah bagaimana mereka bisa melepaskan rasa lapar melalui makanan-makanan yang enak, mahal atau bahkan makanan yang ter-update.

Mari kita sejenak menelisik ke masa-masa lampau dimana saat itu manusia mengolah makanan dengan rangkaian proses yang panjang. Memang mungkin kamu yang membaca ini tidak pernah merasakan bagaimana proses membuat makanan dari nol tapi kita tahu dari sejarah atau cerita orang tua bahwa dahulunya masyarakat memulai semuanya dari kegiatan menanam, memelihara, memanen, menjemur atau mengeringkan, menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu hingga mengolahnya sampai menjadi makanan yang siap disantap, semuanya memerlukan proses yang bersinergi dengan alam sebagai tem…

Ke Kabupaten Bungo? Ini 20 Rekomendasi Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi

Bungo merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayah 4.659  km² (9,80% dari luas Provinsi Jambi) dengan populasi 303.135 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2010). Kabupaten ini ber-ibu kota di Muara Bungo. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Bungo Tebo. Kabupaten ini terdiri dari 17 kecamatan. Kabupaten ini memiliki kekayaan alam yang melimpah di antaranya sektor perkebunan yang ditopang oleh karet dan kelapa sawit dan sektor pertambangan ditopang oleh batubara. Selain itu Kabupaten Bungo juga kaya akan emas yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bungo (Wikipedia. Diakses 2019).

Batas-batas wilayah Kabupaten Bungo adalah sebagai berikut:


Utara : Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat
Selatan : Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi
Barat : Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi
Timur : Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

Kota Bungo mengalami perkembangan yang semakin pesat akhir-akhir ini terlebih sejak berdirinya Bandar Udara Muara Bungo yang me…