Langsung ke konten utama

Blog Ini Lahir Lewat Kelas Blogger Pemula Bersama Mildaini



Postingan kali ini sedikit lebih spesial bagi saya karena di dalam postingan ini akan saya ceritakan tentang asal mula blog yang sedang kamu kunjungi ini, www.viarinzeani.com

Segalanya bermula saat sesuatu yang saya nanti-nantikan itu muncul. Dialah Mba MILDAINI. Kala itu pada Bulan April 2019 Mba Milda membuka Kelas Blog Pemula dalam rangka memperingati Hari Kartini.
Informasi tentang kelas blog pemula
Awalnya saya akui bahwa saya biasa-biasa saja melihat pamflet yang kala itu tersebar di instagram, kata “PEMULA” tidak terlalu menusuk hati saya karena memang saya sudah mengenal blog sejak lama. Saya pun sampai lupa kapan pertama kali membuat blog karena udah lama sekali.

Dulunya, pertama kali blog yang saya buat adalah dari platform Blogspot. Iya karena hanya itu yang saya tahu dulunya, saya belajar otodidak sehingga sampai-sampai waktu itu karena ketidak tahuan saya, saya membuat puluhan alamat blogspot dan setiap blog hanya memiliki satu postingan, jadilah setiap blog memiliki nama alamat yang unik-unik. Kalau dipikir-pikir dulu saya lucu sekali ya hehe.
Setelah saya belajar lagi ternyata kesalahan besar bagi saya memiliki banyak blog sebab satu blog saja bisa memuat banyak postingan, gak kebayang kan ngurusin puluhan blog? Akhirnya saya hapus blog-blog saya sehingga menyisakan satu blog saja dengan nama viarinzeani.blogspot.com

Blognya lumayan terisi dengan berbagai cerpen dan puisi juga beberapa artikel, memang tidak banyak, beberapa waktu kemudian ada satu postingan di blog yang memiliki viewers  rutin yakni blog yang memuat tentang pengalaman saya saat wawancara beasiswa Tanoto Foundation, dan karena penasaran, saat saya cek di google search ternyata memang blog saya berada di halaman depan pencarian, waaah saya excited dong.

Di samping itu saya mulai belajar lagi soal blog dan cara memanfaatkan blog agar bisa menjadi sumber finansial. Waktu itu lagi ramai banget seminar soal blogging. Dan kemudian saya pun mengenal platform wordpress, saya pun beralih ke wordpress dan membuat satu akun, semua akun blogspot dihapus dan semua postingan di blogspot saya pindahkan ke wordpress. Kejam gak tuh?

Selama di wordpress saya mulai belajar lebih banyak soal layout dan memposting lebih banyak artikel, tampilan wordpress versi gratis memang lebih cantik dan elegan saya akui, yang katanya itu memang kelebihan dari wordpress dibandingkan blogspot. Saya pun menikmati indahnya tema-tema pada tampilan wordpress, namun yang saya rasakan artikel-artikel saya tidak maju secepat saat di blogspot, view-ers sering kali nihil, dan setelah saya membaca bahwa untuk memajukan wordpress lebih sulit dari blogspot karena katanya wordpress bukan “anak google”, saya pun mulai loyo dan gak semangat. Alhasil saya setengah hati mengelola wordpress saya dan juga saya punya impian untuk memiliki blog yang professional, berdomain dan berhosting serta mampu menjadi rujukan bagi banyak orang.

Balik lagi ke kelas blog pemula yang dibuka oleh Mba Milda, sebetulnya yang saya butuh adalah kelas blog professional bukan kelas pemula karena memang saya sudah kenyang dengan blog gratisan, saya takutnya di kelas itu hanya ada materi sederhana yang sudah saya terapkan.

Namun kemudian saya mencoba untuk tak bersombong diri, karena saya yakin masih banyak hal yang belum saya ketahui tentang blog, saya juga berpikir saya akan bertemu dengan teman-teman yang satu minat dengan saya, mungkin itu yang paling penting, menambah jaringan ke sesama pecinta blog.

Jadilah saya ikut daftar. Dan ternyata yang masuk ke dalam grup bukan hanya pemula melainkan udah ada yang lama berkecimpung dalam dunia blogging.

Masa-masa awal memang sedikit membosankan dengan materi membuat blog namun memang benar ternyata masih banyak hal yang belum saya ketahui. Kemudian berkat keteguhan hati untuk tak bersombong diri, saya pun mulai antusias saat materi TLD (Top Level Domain), ya karena memang itulah keinginan saya, punya TLD biar ngeblog tambah semangat.

Selesai materi, tak menunggu lama, saya pun langsung eksekusi. Saya harus meminta maaf pada  wordpress karena ia harus saya campakkan dan saya membuat akun blogspot baru. Memang harus lewat blogspot agar kita bisa memasang domain saja ke blogspot, sedangkan kalau pakai wordpress harus membeli hostingnya juga yang gak murah. Di titik ini saya menyesal pernah membunuh semua akun blogspot saya sampai tak bersisa satupun. Tapi apa boleh buat. Maap ya maapkan saya yang brutal ini -_-

Saya lanjut memesan domain pada sebuah web penyedia, hajar aja mumpung lagi ikut kelas jadi bebas bisa tanya-tanya ke Mba Milda, pun saya masih punya uang buat beli domain, saya bisa membeli sesuka saya karena memang saya sudah bekerja sehingga gak harus minta uang ke orang tua lagi.

Domain TLD .com sudah dibeli namun saya gak tau cara pasangnya. Lanjut saya gak nyerah dan belajar dari membaca postingan orang lain juga menonton video di youtube. Ternyata gak semudah itu ferguso. Wahahaha…. Memasang domain bener-bener bikin kepala saya panas. Setelah seharian saya pun menyerah  dan kemudian meminta tolong lewat kontak di tempat saya membeli domain. Awalnya saya gak langsung minta tolong karena takutnya beliau minta bayaran wkwkwk, maka saya chat untuk menanyakan perihal kebingungan saya, saya ceritakan apa yang saya lakukan dari awal “bla-bala-bla” sampai di satu titik saya mentok dan bertanya.

Untung orangnya ramah, cowok pula hihi, lewat live chat itu beliau minta screenshoot ini itu, suwer ribet pakek banget, ya iyalah mana ngechat, ngeblog, nge-screenshoot sampe kirim file screenshoot dalam satu waktu, yang bikin susah itu karena semuanya dilakukan lewat PC. Ribet pokoknya. Dan ujungnya ada yang bisa tebak?

(ga butuh jawaban)

Yaps saya emang gak bisa, dan kemudian beliau meminta akses ke akun saya untuk beliau kerjakan sendiri. Yah apa boleh buat, (padahal dalam hati seneng, bebaaassss kepala gue). Tak berapa lama setelah itu beliau ngasih tau perkembangan blog, dan taraaaa (senyum sumringah) blog ini sudah resmi berdomain .com. Alhamdulillah. Setelah selesai cuss langsung ganti password email dong. Hehe

Kejadian itu adalah tanggal 22 Mei 2019 yang otomatis saya tetapkan menjadi hari lahir blog ini.

Lanjut ya setelah itu saya excited banget mindahin semua postingan dari wordpress ke blog baru ini, padahal ada beberapa postingan yang viewers nya udah bagus-bagus banget di wordpress. Satu-satunya alasan karena sayang, gimana dong udah terlanjur sayang, hehe . Tapi catatan buat saya, belajar dari masa lalu, saya gak menghapus akun wordpress saya yakni viarinzeani.wordpress.com karena saya udah kapok dulu ngehapus blogspot hehe

Jadinya kini saya akan fokus ngeblog di satu alamat ini dan berusaha menciptakan konten-konten yang berkualitas serta semoga bisa bermanfaat untuk banyak orang, aamiin

Sampai saat ini saya merasakan banget manfaat dari perasaan tak bersombong diri kemarin, juga keinginan yang kuat untuk menerapkan apa yang sudah dipelajari. Sebenarnya ada banyak ilmu tentang blog yang bia didapatkan di tempat lain juga namun sebenarnya yang paling penting adalah apakah kita menerapkan ilmu itu atau tidak?

Saya juga bahagia sekali bertemu dengan Mba Mildaini dalam satu grup yang dimana beliau merupakan blogger professional dari Bengkulu dan udah banyak banget dapat job dari blog, blognya terurus banget dan juga sering ikut pelatihan dan seminar kepenulisan, beliau  menginspirasi saya. Dari beliau saya pernah dapet job menulis artikel travelling untuk detik.com dan dibayar, itulah hasil pertama saya dari blog.
Mildaini (Sumber : Instagram)
Dan juga di dalam kelas kami ada arisan blog yang mengharuskan kita nge-review blog dari pemenang arisan. Luar biasa banget hasilnya karena blog saya yang dibuat dari nol ini akhirnya bisa dapet nilai Domain Authority 4 dari sebelumnya bernilai 0, Alhamdulillah.

Baca Juga : 

Tiba di ujung dari Tulisan ini, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang sudah didapatkan karena setelah kita menggali dan terus menggali lagi akan kita rasakan bahwa ilmu yang kita miliki masih sangat sedikit, dan satu hal lagi terapkanlah ilmu sesegera mungkin atau setidaknya ilmu itu dituliskan karena kalau tidak maka ilmu tersebut akan dimakan oleh kelupaan kita.

InsyaAllah kedepan blog ini akan saya buat lebih professional lagi dengan menghadirkan konten setiap harinya, akan saya mulai dari bulan depan Oktober 2019 dimana bulan depan merupakan bulan lahir saya, semoga blog ini konsisten dalam hal kebaikan. Aamiin

Yang mau kenal denga Mba Milda, yuk kunjungi beliau di media sosial :
Instagram @mildaini.bkl ( link https://www.instagram.com/mildaini.bkl
Twitter @mildainibkl ( https://www.twitter.com/mildainibkl 


Cover Foto : Credit by Mildaini (Instagram)

Komentar

  1. Wah, aku syukak banget membaca alur cerita, mba.

    Dan terkekeh di bagian ini:

    "... maap ya maapkan saya yang brutal ini"

    Ganbatte, mba!

    Aku ada beberapa tips blogging, monggo mampir.

    Salah satu aku titip di Name/URL komentar ini ya.
    Cekidot :)


    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir ya mba, ini lagi otw ke linknya, hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Book Review : Cinta Yang Tak Biasa (Natta Reza dan Wardah Maulina)

Sinopsis : Untuk sesuatu yang sangat kita cintai, seringkali kita rela merasakan cobaan terberat dalam hidup.
Dari susah hingga senang, jatuh untuk bangun, termasuk harus kehilangan banyak hal demi sebuah pertemuan yang berharga. Semua itu mesti dilalui untuk satu hal yang diyakini akan mengubah hidup kita : rasa cinta dari Tuhan.
Natta percaya,, dengan mengalahkan rasa cintanya kepada manusia maka suatu saat ia akan mendapat cinta yang lebih besar dari-Nya. Begitupun dengan Wardah, yang meyakini kalau Sang Pemilik Cinta telah menyiapkan seseorang yang akan mencintainya dengan tulus dan atas rida-Nya. Lalu, bagaimana Tuhan menyiapkan skenario untuk keduanya? Bukalah buku ini dan ikuti setiap kisah tentang cinta yang tak biasa dalam lembarnya.
Identitas Buku : Judul : Cinta yang Tak Biasa Penerbit: TransMedia Pustaka Penulis : Natta Reza dan Wardah Maulina Jenis Buku: Agama/Memoar Tebal Buku: 228 halaman
Natta Reza dan Wardah Maulina merupakan pasangan yang beberapa waktu belakangan ini …

Ingin Hijrah Ke Pakaian Syar’i? Begini Caranya Agar Istiqomah

Kini kata “hijrah” sudah booming banget ya, oleh karena itu dimana-mana akan mudah kamu temukan cerita, tulisan atau pengalaman orang-orang tentang hijrahnya. Ada cerita dengan alur yang begitu mulus, cerita yang biasa-biasa saja hingga cerita yang begitu pelik dan penuh drama.
Iya, setiapinsan pasti punya cerita hijrahnya sendiri, itupun kalau berani memulainya, jikalau tidak berani memulai maka cerita itu tidak akan aada.
Sebenarnya, apa itu hijrah? Hijrah secara harfiah berarti “meninggalkan”, dan sering diartikan meninggalkan sesuatu yang buruk menuju ke sesuatu yang lebih baik. Sangat mudah memahami arti kata hijrah ini, jika kita saat ini sedang menjalani sesuatu yang buruk dan tidak disukai oleh Allah SWT maka kita harus hijrah dengan melakukan sesuatu yang baik dan disukai oleh Allah SWT.
Ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: "Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah …

Unboxing + Review Vienta Food Processor Flexie

Mungkin teman-teman sudah tidak asing dengan produk ini ya, apalagi kalangan emak-emak yang emang suka masak berbagai macam masakan, yang tentunya juga sudah lihai menggunakan berbagai macam alat masak.
Kalau untukku, terus terang saja produk ini masih asing bagiku karena aku tidak terlalu paham dengan dunia masak-memasak. Awalnya temanku mengajak untuk mengikuti arisan produk ini, jika dilihat di toko online, harga produk ini berkisar antara 2-2,5 juta. Alhasil karena terlihat olehku adanya tulisan 11 in 1 di kotak dan banyak item di dalamnya, tentu semakin menarik dan bikin penasaran dong bagiku yang awam ini. Produk ini katanya bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan memasak, bahkan yang skala industri rumah tangga sekalipun, waahh bisa berdagang makanan nih (dalam hati), meskipun gak niat-niat amat sih.
Nah setelah aku menerima produknya, awalnya cukup kaget dengan ukuran produk. Kebetulan produk enggak dikirimin langsung ke rumah, jadinya aku jemput deh. Kupikir ini produk…