Langsung ke konten utama

Mengulas Tema “Menyongsong Kebangkitan Pendidikan Islam di Provinsi Jambi” dalam Tabligh Akbar Milad Yayasan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar


tabligh-akbar

Habib Fachry Jamalullail adalah salah satu da’i kondang di tanah air, kemunculannya di berbagai acara dalam beberapa stasiun televisi sering kali kita lihat.

Kali ini beliau berkesempatan untuk hadir dalam agenda milad Yayasan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar yang bertempat di lapangan utama kampus Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo Jambi. Kegiatan ini pun tidak hanya dihadiri oleh siswa siswi, guru dan pegawai di  lingkungan pondok pesantren saja namun juga dihadiri oleh orang tua siswa juga masyarakat di lingkungan sekitar dengan pakaian serba putih.

habib-fachry
Habib Fachry ( instagram.com/diniyyah_ibs)


Kegiatan tabligh akbar yang diisi oleh Habib Fachry ini dilaksanakan pada hari Sabtu 3 Agustus 2019 dan berlangsung dari pukul 08.00 pagi sampai dengan pukul 12.00 WIB. Dalam kegiatan ini dihadirkan juga berbagai penampilan dari siswa siswi Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo. Beliau sendiri mengisi agenda selama lebih kurang 2 jam.

Tema yang diangkat dalam Tabligh Akbar ini adalah “Menyongsong Kebangkitan Pendidikan Islam di Provinsi Jambi”

Menilik dari tema yang diangkat, menurut saya tema ini sangat penting disampaikan sebabkan memang saat ini pendidikan islam sudah semakin diminati oleh masyarakat termasuk di Provinsi Jambi sendiri, hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya santriwan dan santriwati yang mendaftarkan diri di Yayasan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar khususnya di Muara Bungo untuk mengkukuhkan diri sebagai santri yang berharap nantinya bisa paham dan mengamalkan aharan-ajaran agama islam. Lebih jauh lagi, nantinya bisa bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.

Tak hanya itu, berbagai jenis Pondok Pesantren, Pesantren Khusus Tahfidz serta Sekolah Islam Terpadu juga mulai bermunculan untuk menyemarakkan pendidikan islam di masyarakat di Provinsi Jambi.

Hal ini saya rasa kuat hubungannya dengan perkembangan zaman  saat ini yang menuntut anak muda untuk bisa lebih berkualitas dari sisi adab, ilmu dan akhlak. Saat ini pun sudah banyak kita temukan dimana terjadinya ketergerusan akhlak anak-anak terhadap orang tua dan guru mereka, serta berkurangnya jam-jam pelajaran agama di sekolah umum, hal ini akan terus mengkhawatirkan jika dibiarkan berlalu bergitu saja.

Sementara itu kita tahu agama islam sudah mengatur segala hal dalam pembentukan adab dan akhlak anak-anak muda sebagai generasi penerus khalifah di bumi Allah SWT.

Mari kita dukung maju dan berkembangnya pendidikan islam di Provinsi Jambi, mulai dari hal kecil misalnya dari anak sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin Hijrah Ke Pakaian Syar’i? Begini Caranya Agar Istiqomah

Kini kata “hijrah” sudah booming banget ya, oleh karena itu dimana-mana akan mudah kamu temukan cerita, tulisan atau pengalaman orang-orang tentang hijrahnya. Ada cerita dengan alur yang begitu mulus, cerita yang biasa-biasa saja hingga cerita yang begitu pelik dan penuh drama.
Iya, setiapinsan pasti punya cerita hijrahnya sendiri, itupun kalau berani memulainya, jikalau tidak berani memulai maka cerita itu tidak akan aada.
Sebenarnya, apa itu hijrah? Hijrah secara harfiah berarti “meninggalkan”, dan sering diartikan meninggalkan sesuatu yang buruk menuju ke sesuatu yang lebih baik. Sangat mudah memahami arti kata hijrah ini, jika kita saat ini sedang menjalani sesuatu yang buruk dan tidak disukai oleh Allah SWT maka kita harus hijrah dengan melakukan sesuatu yang baik dan disukai oleh Allah SWT.
Ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: "Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah …

Bijak dalam Konsumsi Pangan, Bantu Pertahankan Keanekaragaman Hayati demi Sumber Pangan dan Kesehatan

Semakin waktu bergulir maka era pun semakin modern dimana kini mayoritas masyarakat di dunia cenderung menerapkan gaya hidup serba instan dan jauh dari kebiasaan masa lampu, tak terkecuali soal pangan. Kini, tak sedikit masyarakat yang tidak mementingkan dari mana makanan mereka berasal, yang penting hanyalah bagaimana mereka bisa melepaskan rasa lapar melalui makanan-makanan yang enak, mahal atau bahkan makanan yang ter-update.

Mari kita sejenak menelisik ke masa-masa lampau dimana saat itu manusia mengolah makanan dengan rangkaian proses yang panjang. Memang mungkin kamu yang membaca ini tidak pernah merasakan bagaimana proses membuat makanan dari nol tapi kita tahu dari sejarah atau cerita orang tua bahwa dahulunya masyarakat memulai semuanya dari kegiatan menanam, memelihara, memanen, menjemur atau mengeringkan, menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu hingga mengolahnya sampai menjadi makanan yang siap disantap, semuanya memerlukan proses yang bersinergi dengan alam sebagai tem…

Ke Kabupaten Bungo? Ini 20 Rekomendasi Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi

Bungo merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayah 4.659  km² (9,80% dari luas Provinsi Jambi) dengan populasi 303.135 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2010). Kabupaten ini ber-ibu kota di Muara Bungo. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Bungo Tebo. Kabupaten ini terdiri dari 17 kecamatan. Kabupaten ini memiliki kekayaan alam yang melimpah di antaranya sektor perkebunan yang ditopang oleh karet dan kelapa sawit dan sektor pertambangan ditopang oleh batubara. Selain itu Kabupaten Bungo juga kaya akan emas yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bungo (Wikipedia. Diakses 2019).

Batas-batas wilayah Kabupaten Bungo adalah sebagai berikut:


Utara : Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat
Selatan : Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi
Barat : Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi
Timur : Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

Kota Bungo mengalami perkembangan yang semakin pesat akhir-akhir ini terlebih sejak berdirinya Bandar Udara Muara Bungo yang me…