Langsung ke konten utama

Flash Fiction : Pulang

Flash-fiction

“Kamu benar-benar akan pulang Ra?”
Lelaki itu menyeretkan langkahnya perlahan, menyamai langkahku yang jauh lebih terseret darinya. Meski satu-satunya koperku telah dibawanya, kakiku tetap tak mampu menahan beban yang entah bersumber dari mana. Aku sampai pada beberapa kursi stainless lalu kutumpukan badan ini padanya. Lelaki itu ikut menumpukan badannya pada kursi tepat disampingku.

“Ra?”
Aku terhenyak, aku lupa akan pertanyaannya, lebih tepatnya aku tak tahu apa jawabanku. Apakah aku benar-benar akan pulang? Mataku refleks menatap gerbang kaca dengan tulisan “keberangkatan”.

“Ra, aku….“
“Tenang Di… Aku tidak akan merepotkanmu lagi kok, haha”

Aku mencoba tertawa. Kulihat wajah lelaki itu, wajah yang penuh dengan rona keresahan, entah karena apa, mungkin karena dia adalah sahabat dalam suka dan duka, yang bersama-sama kami rampungkan tugas-tugas perkuliahan hingga kampus akhirnya meluluskan kami. Namun masa perantauan telah usai, aku harus kembali, sesuai janji pada ibunda yang dahulu telah menggadaikan harapan dengan sepenuh hati, entah aku harus bahagia atau bersedih hati karena keduanya kini menjadi satu kesatuan yang mengisi jiwaku hari ini.

Lelaki itu hanya terdiam, hingga suara dari speaker bandara mengingatkan kami, aku berdiri dan meraih koperku.

“Kamu akan kembali kan, Ra?”
“Tapi aku tidak punya alasan, Di”
“Bagaimana kalau menjadi pendampingku?”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin Hijrah Ke Pakaian Syar’i? Begini Caranya Agar Istiqomah

Kini kata “hijrah” sudah booming banget ya, oleh karena itu dimana-mana akan mudah kamu temukan cerita, tulisan atau pengalaman orang-orang tentang hijrahnya. Ada cerita dengan alur yang begitu mulus, cerita yang biasa-biasa saja hingga cerita yang begitu pelik dan penuh drama.
Iya, setiapinsan pasti punya cerita hijrahnya sendiri, itupun kalau berani memulainya, jikalau tidak berani memulai maka cerita itu tidak akan aada.
Sebenarnya, apa itu hijrah? Hijrah secara harfiah berarti “meninggalkan”, dan sering diartikan meninggalkan sesuatu yang buruk menuju ke sesuatu yang lebih baik. Sangat mudah memahami arti kata hijrah ini, jika kita saat ini sedang menjalani sesuatu yang buruk dan tidak disukai oleh Allah SWT maka kita harus hijrah dengan melakukan sesuatu yang baik dan disukai oleh Allah SWT.
Ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: "Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah …

Bijak dalam Konsumsi Pangan, Bantu Pertahankan Keanekaragaman Hayati demi Sumber Pangan dan Kesehatan

Semakin waktu bergulir maka era pun semakin modern dimana kini mayoritas masyarakat di dunia cenderung menerapkan gaya hidup serba instan dan jauh dari kebiasaan masa lampu, tak terkecuali soal pangan. Kini, tak sedikit masyarakat yang tidak mementingkan dari mana makanan mereka berasal, yang penting hanyalah bagaimana mereka bisa melepaskan rasa lapar melalui makanan-makanan yang enak, mahal atau bahkan makanan yang ter-update.

Mari kita sejenak menelisik ke masa-masa lampau dimana saat itu manusia mengolah makanan dengan rangkaian proses yang panjang. Memang mungkin kamu yang membaca ini tidak pernah merasakan bagaimana proses membuat makanan dari nol tapi kita tahu dari sejarah atau cerita orang tua bahwa dahulunya masyarakat memulai semuanya dari kegiatan menanam, memelihara, memanen, menjemur atau mengeringkan, menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu hingga mengolahnya sampai menjadi makanan yang siap disantap, semuanya memerlukan proses yang bersinergi dengan alam sebagai tem…

Ke Kabupaten Bungo? Ini 20 Rekomendasi Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi

Bungo merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayah 4.659  km² (9,80% dari luas Provinsi Jambi) dengan populasi 303.135 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2010). Kabupaten ini ber-ibu kota di Muara Bungo. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Bungo Tebo. Kabupaten ini terdiri dari 17 kecamatan. Kabupaten ini memiliki kekayaan alam yang melimpah di antaranya sektor perkebunan yang ditopang oleh karet dan kelapa sawit dan sektor pertambangan ditopang oleh batubara. Selain itu Kabupaten Bungo juga kaya akan emas yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bungo (Wikipedia. Diakses 2019).

Batas-batas wilayah Kabupaten Bungo adalah sebagai berikut:


Utara : Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat
Selatan : Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi
Barat : Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi
Timur : Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

Kota Bungo mengalami perkembangan yang semakin pesat akhir-akhir ini terlebih sejak berdirinya Bandar Udara Muara Bungo yang me…