Langsung ke konten utama

Agar THR Jadi Berkah


THR

Udah nerima uang THR (Tunjangan Hari Raya) pasti seneng banget ya, apalagi yang sudah bekerja, hadirnya THR bisa jadi seperti angin segar yang dinanti-nanti yang buat napas pun jadi segar hehe.

Jumlah THR yang tidak sedikit pun emang bikin hati senang, saking senangnya bisa-bisa gak terasa itu uang THR habis dalam waktu sekejap saja.

Padahal sebenarnya uang THR yang didapat bisa di-manage dengan sebaik-baiknya agar terhindar dari sifat boros dan hal-hal yang kurang bermanfaat.

Bagaimana agar uang THR yang diterima jadi berkah dan jauh dari hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat? Berikut tips nya

1.  Belanjakan hanya untuk yang penting
Yaps kamu harus cek lagi apa yang menjadi kebutuhanmu serta apa yang hanya menjadi keinginanmu, kebanyakan orang akan gelap mata saat melihat uang di dompet dalam keadaan banyak, semuanya pengen dibeli padahal enggak terlalu penting.

Uang THR bisa digunakan untuk hal yang benar-benar dibutuhkan misalnya kue lebaran, baju lebaran serta keperluan mudik lebaran, itupun harus di cek lagi kebutuhannya agar tidak berlebihan, jika memang cuma butuh baju lebaran sebanyak 5 stel ya gak perlu beli sampai 10 stel kan ya.

2.  Dahulukan hutang dan zakat
Ini yang sangat penting, uang THR yang berlebih bisa dialokasikan untuk membayar hutang, jadinya hutang bisa terbantu dengan adanya uang THR, jadi bebas dari hutang dan uang yang didapat bisa jadi lebih berkah. Serunya menikmati lebaran tanpa adanya beban hutang ya. Selanjutnya zakat fitrah dan zakat mal juga jangan lupa disisihkan.

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga”. (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

3.  Siapkan untuk sedekah atau bagi-bagi ke saudara
Nah jangan lupa sisihkan uang THR untuk bersedekah agar uang yang didapat berbekas menjadi pahala, kamu bisa kasih THR ke anak-anak yatim dan kaum dhuafa yang membutuhkan, atau bisa dibagi-bagikan ke saudara sebagai bentuk rasa syukur.

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“. (QS. Al-Hadid: 18)

Baca Juga : Ingin Hijrah Ke Pakaian Syar'i? Begini Caranya Agar Istiqomah

4.  Simpan untuk tabungan / investasi
Untuk menabung, usahakan sisihkan uang THR dari awal sekali, karena kalau di akhir dijamin bakal susah nemuin uang THR yang tersisa, kalau bersisa pun bakal dipakai untuk jalan-jalan dan lain sebagainya.


Sekian tips memanfaatkan uang THR agar lebih berkah.
Semoga uang yang kita dapatkan dan kita belanjakan bisa dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk mendapatkan ridho-Nya. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin Hijrah Ke Pakaian Syar’i? Begini Caranya Agar Istiqomah

Kini kata “hijrah” sudah booming banget ya, oleh karena itu dimana-mana akan mudah kamu temukan cerita, tulisan atau pengalaman orang-orang tentang hijrahnya. Ada cerita dengan alur yang begitu mulus, cerita yang biasa-biasa saja hingga cerita yang begitu pelik dan penuh drama.
Iya, setiapinsan pasti punya cerita hijrahnya sendiri, itupun kalau berani memulainya, jikalau tidak berani memulai maka cerita itu tidak akan aada.
Sebenarnya, apa itu hijrah? Hijrah secara harfiah berarti “meninggalkan”, dan sering diartikan meninggalkan sesuatu yang buruk menuju ke sesuatu yang lebih baik. Sangat mudah memahami arti kata hijrah ini, jika kita saat ini sedang menjalani sesuatu yang buruk dan tidak disukai oleh Allah SWT maka kita harus hijrah dengan melakukan sesuatu yang baik dan disukai oleh Allah SWT.
Ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: "Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah …

Bijak dalam Konsumsi Pangan, Bantu Pertahankan Keanekaragaman Hayati demi Sumber Pangan dan Kesehatan

Semakin waktu bergulir maka era pun semakin modern dimana kini mayoritas masyarakat di dunia cenderung menerapkan gaya hidup serba instan dan jauh dari kebiasaan masa lampu, tak terkecuali soal pangan. Kini, tak sedikit masyarakat yang tidak mementingkan dari mana makanan mereka berasal, yang penting hanyalah bagaimana mereka bisa melepaskan rasa lapar melalui makanan-makanan yang enak, mahal atau bahkan makanan yang ter-update.

Mari kita sejenak menelisik ke masa-masa lampau dimana saat itu manusia mengolah makanan dengan rangkaian proses yang panjang. Memang mungkin kamu yang membaca ini tidak pernah merasakan bagaimana proses membuat makanan dari nol tapi kita tahu dari sejarah atau cerita orang tua bahwa dahulunya masyarakat memulai semuanya dari kegiatan menanam, memelihara, memanen, menjemur atau mengeringkan, menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu hingga mengolahnya sampai menjadi makanan yang siap disantap, semuanya memerlukan proses yang bersinergi dengan alam sebagai tem…

Ke Kabupaten Bungo? Ini 20 Rekomendasi Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi

Bungo merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayah 4.659  km² (9,80% dari luas Provinsi Jambi) dengan populasi 303.135 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2010). Kabupaten ini ber-ibu kota di Muara Bungo. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Bungo Tebo. Kabupaten ini terdiri dari 17 kecamatan. Kabupaten ini memiliki kekayaan alam yang melimpah di antaranya sektor perkebunan yang ditopang oleh karet dan kelapa sawit dan sektor pertambangan ditopang oleh batubara. Selain itu Kabupaten Bungo juga kaya akan emas yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bungo (Wikipedia. Diakses 2019).

Batas-batas wilayah Kabupaten Bungo adalah sebagai berikut:


Utara : Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat
Selatan : Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi
Barat : Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi
Timur : Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

Kota Bungo mengalami perkembangan yang semakin pesat akhir-akhir ini terlebih sejak berdirinya Bandar Udara Muara Bungo yang me…