Langsung ke konten utama

Unboxing + Review Vienta Food Processor Flexie


vienta-food-processor-flexie

Mungkin teman-teman sudah tidak asing dengan produk ini ya, apalagi kalangan emak-emak yang emang suka masak berbagai macam masakan, yang tentunya  juga sudah lihai menggunakan berbagai macam alat masak.

Kalau untukku, terus terang saja produk ini masih asing bagiku karena aku tidak terlalu paham dengan dunia masak-memasak. Awalnya temanku mengajak untuk mengikuti arisan produk ini, jika dilihat di toko online, harga produk ini berkisar antara 2-2,5 juta. Alhasil karena terlihat olehku adanya tulisan 11 in 1 di kotak dan banyak item di dalamnya, tentu semakin menarik dan bikin penasaran dong bagiku yang awam ini. Produk ini katanya bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan memasak, bahkan yang skala industri rumah tangga sekalipun, waahh bisa berdagang makanan nih (dalam hati), meskipun gak niat-niat amat sih.

Nah setelah aku menerima produknya, awalnya cukup kaget dengan ukuran produk. Kebetulan produk enggak dikirimin langsung ke rumah, jadinya aku jemput deh. Kupikir ini produk gak gede-gede amat, mungkin seukuran kardus mie instan lebih gede dikit, namun ternyata, kotaknya lumayan gede dan packing dari kayu yang membuat produk ini makin gede.
  
vienta-food-processor-flexie


Alhasil, aku yang mengira ini produk kecil, kujemputlah menggunakan sepeda motor, bawa temen pula, ya gak bisa dibawa deh barangnya.   Dan terpaksalah pulang dengan tangan hampa, lalu jemput mobil buat ambil itu barang.

Nah inilah waktunya UNBOXING !!!


Sampe di rumah, packing kayunya terlihat kokoh, kucoba-coba membuka sendiri, ya kali bisa dibuka pakai tangan -_-, terpaksalah kurepotkan ayahku, dan karena proses membuka paket yang tidak biasa, produk ini pun jadi tontonan seisi rumah, wahahaha

vienta-food-processor-flexie

Setelah packing kayu dibuka tampak kardus yang dilapisi buble wrap, ya langsung dibuka dong.
  
vienta-food-processor-flexie

Setelah dibuka maka munculnya kotak asli produk ini, menarik deh kalo lihat gambarnya, ga sabar mau cobain.
  
vienta-food-processor-flexie

Bagian dalam kotak dilindungi dengan sterofoam, lalu kuambil produk satu persatu item produk dengan perlahan serta dengan kebingungan dalam hati (ini buat apa ya?)”
vienta-food-processor-flexievienta-food-processor-flexie

Ada petunjuk pemakaian dan kartu garansinya juga di sini. Namun setelah melihat buku pentunjuknya aku tak menemukan apa-apa yang bisa memanduku untuk menggunakan produk ini, sangat disayangkan.



vienta-food-processor-flexie

Nah beginilah penampakan seluruh produk yang ada di dalam kardus, setelah semua produk tampak baik-baik saja, kumulailah mencoba dengan berbekal nonton youtube sekiranya setengah jam.


Begini review per item-nya.
  
vienta-food-processor-flexie

Ini adalah sumber dari segalanya dan menjadi kunci penting untuk menjalankan semua produk, kalau enggak ada ini ya semua produk gak bisa dijalankan, ya iyalah mau dapet power dari mana, hehe


Penampakan produk ini tentu sudah tidak asing, ini blender yang banyak dijual sendiri-sendiri di pasar. Namun kelebihannya, ada saringan yang membuat kerja jadi mudah, jadi bisa bayangkan jika selama ini kalo ngejus wortel atau buah jambu biji harus disaring-saring maka produk ini membuat kita tak perlu repot untuk menyaring, hasil blender sudah mulus tanpa ampas. By the way aku tak mencoba produk ini karena aku udah sering pakai blender, jadi ya pasti gitu-gitu aja deh ya.
  

Nah ini juga pasangan sejatinya blender, produk yang in juga tidak asing kalau buat blender cabe atau bumbu rempah, nah karena aku udah sering pakai, jadinya gak langsung kucoba ya.


Ini dia produk andalan food processor ini, dengan banyaknya aneka pisau yang digunakan maka tentu saja kegunannya juga bermacam ragam, bisa untuk mengiris sampai menghaluskan bahan masakan.

Pisau yang berupa piringan digunakan untuk mengiris-ngiris, bisa buat iris bawang, kentang, wortel dan lain-lain, sesuaikan saja sama bentuk pisau yang ingin digunakan, sebagai tambahan, pisau piringan itu bisa dibolak balik, dan terdapat 3 piringan jadi bisa digunakan sebanyak 6 variasi. 

Sebagai percobaan aku mencoba mengiris kentang, dimana kebetulan kentang yang kugunakan adalah kentang berukuran kecil-kecil sebesar jempol kaki. Hasilnya untuk bahan makanan berukuran kecil dan jumlah yang sedikit, makek produk ini bikin repot dan hasilnya gak sesuai yang diharapkan. Karena kentang yang kugunakan berukuran kecil,  jadinya banyak yang lolos dalam lubang pisaunya, jadinya tak membantu malah justru membuat kentangku jadi berantakan.

Namun bisa kupastikan untuk kentang ukuran besar dalam jumlah yang banyak, produk ini bisa diandalkan, dalam artian produk ini sangat cocok digunakan untuk proses masak memasak skala besar, jadi untuk kamu yang mau berdagang makanan produk ini cocok banget deh, bikin pekerjaan jadi mudah. Tapi kalau mau bikin makanan buat beberapa orang doang (seperti biasanya aku hehe), ya mending iris pakai tangan aja deh hehe.

sementara itu ada  beberapa pisau dengan jenis yang lain, misalnya yang dengan 2 mata pisau itu digunakan untuk menghaluskan daging dan sejenisnya, mantep banget bisa bikin halusan daging sendiri di rumah kan.


Nah sekian unboxing produk Vienta Food Processor Flexie sekaligus sedikit review bagi yang mungkin ingin mengetahui item-item secara komplit dan seluk beluk produk ini terlebih dahulu sebelum membelinya. Karena sebelum memutuskan mengikuti arisan produk ini, aku juga browsing buat cari tahu tentang produk ini. Kesimpulannya bagiku produk ini bagus banget dengan beragam cara pemakaiannya dan aku senang sudah memilikinya.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin Hijrah Ke Pakaian Syar’i? Begini Caranya Agar Istiqomah

Kini kata “hijrah” sudah booming banget ya, oleh karena itu dimana-mana akan mudah kamu temukan cerita, tulisan atau pengalaman orang-orang tentang hijrahnya. Ada cerita dengan alur yang begitu mulus, cerita yang biasa-biasa saja hingga cerita yang begitu pelik dan penuh drama.
Iya, setiapinsan pasti punya cerita hijrahnya sendiri, itupun kalau berani memulainya, jikalau tidak berani memulai maka cerita itu tidak akan aada.
Sebenarnya, apa itu hijrah? Hijrah secara harfiah berarti “meninggalkan”, dan sering diartikan meninggalkan sesuatu yang buruk menuju ke sesuatu yang lebih baik. Sangat mudah memahami arti kata hijrah ini, jika kita saat ini sedang menjalani sesuatu yang buruk dan tidak disukai oleh Allah SWT maka kita harus hijrah dengan melakukan sesuatu yang baik dan disukai oleh Allah SWT.
Ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: "Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah …

Bijak dalam Konsumsi Pangan, Bantu Pertahankan Keanekaragaman Hayati demi Sumber Pangan dan Kesehatan

Semakin waktu bergulir maka era pun semakin modern dimana kini mayoritas masyarakat di dunia cenderung menerapkan gaya hidup serba instan dan jauh dari kebiasaan masa lampu, tak terkecuali soal pangan. Kini, tak sedikit masyarakat yang tidak mementingkan dari mana makanan mereka berasal, yang penting hanyalah bagaimana mereka bisa melepaskan rasa lapar melalui makanan-makanan yang enak, mahal atau bahkan makanan yang ter-update.

Mari kita sejenak menelisik ke masa-masa lampau dimana saat itu manusia mengolah makanan dengan rangkaian proses yang panjang. Memang mungkin kamu yang membaca ini tidak pernah merasakan bagaimana proses membuat makanan dari nol tapi kita tahu dari sejarah atau cerita orang tua bahwa dahulunya masyarakat memulai semuanya dari kegiatan menanam, memelihara, memanen, menjemur atau mengeringkan, menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu hingga mengolahnya sampai menjadi makanan yang siap disantap, semuanya memerlukan proses yang bersinergi dengan alam sebagai tem…

Ke Kabupaten Bungo? Ini 20 Rekomendasi Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi

Bungo merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayah 4.659  km² (9,80% dari luas Provinsi Jambi) dengan populasi 303.135 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2010). Kabupaten ini ber-ibu kota di Muara Bungo. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Bungo Tebo. Kabupaten ini terdiri dari 17 kecamatan. Kabupaten ini memiliki kekayaan alam yang melimpah di antaranya sektor perkebunan yang ditopang oleh karet dan kelapa sawit dan sektor pertambangan ditopang oleh batubara. Selain itu Kabupaten Bungo juga kaya akan emas yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bungo (Wikipedia. Diakses 2019).

Batas-batas wilayah Kabupaten Bungo adalah sebagai berikut:


Utara : Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat
Selatan : Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi
Barat : Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi
Timur : Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

Kota Bungo mengalami perkembangan yang semakin pesat akhir-akhir ini terlebih sejak berdirinya Bandar Udara Muara Bungo yang me…