Langsung ke konten utama

Ingin Hijrah Ke Pakaian Syar’i? Begini Caranya Agar Istiqomah



Kini kata “hijrah” sudah booming banget ya, oleh karena itu dimana-mana akan mudah kamu temukan cerita, tulisan atau pengalaman orang-orang tentang hijrahnya. Ada cerita dengan alur yang begitu mulus, cerita yang biasa-biasa saja hingga cerita yang begitu pelik dan penuh drama.

Iya, setiap  insan pasti punya cerita hijrahnya sendiri, itupun kalau berani memulainya, jikalau tidak berani memulai maka cerita itu tidak akan aada.

Sebenarnya, apa itu hijrah?
Hijrah secara harfiah berarti “meninggalkan”, dan sering diartikan meninggalkan sesuatu yang buruk menuju ke sesuatu yang lebih baik. Sangat mudah memahami arti kata hijrah ini, jika kita saat ini sedang menjalani sesuatu yang buruk dan tidak disukai oleh Allah SWT maka kita harus hijrah dengan melakukan sesuatu yang baik dan disukai oleh Allah SWT.

Ada sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang disampaikan ketika beliau hijrah dari Mekah ke Madinah: "Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya." (HR Bukhari dan Muslim).

Dengan pemahaman hijrah yang begitu luas ini maka hijrah pun bisa berbentuk apa saja, baik itu perkataan, perbuatan dan lain sebagainya


Kali ini aku akan fokus pada persoalan tentang hijrah yang menurutku keren banget di kalangan muslimah saat ini yakni hijrah penampilan, dari yang sebelumnya berpenampilan mudah terbuka menuju ke tampilan yang serba tertutup, mari kita singkat saja dengan hijrah dari pakaian non syar’i ke pakaian syar’i.

Hijrah ke pakaian syari


Apa itu pakaian syar’i?
Secara umum dapat kita artikan bahwa pakaian syar’i adalah pakaian yang sesuai dengan syariat islam. Pakaian syar’i ini juga memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi. Dikutip dari rumaysho.com , ulama yang merinci syarat ini dan sangat bagus penjelasannya adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah –ulama pakar hadits abad ini- yang dilengkapi oleh  Syaikh Amru Abdul Mun’im hafizhohullah. Syarat-syarat itu berdasarkan Al Qur’an dan hadits yang shohih. 

Syarat pertama: Menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Syarat kedua: bukan pakaian untuk berhias seperti yang banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni.
Syarat ketiga: tidak tipis dan tidak tembus pandang.
Syarat keempat: tidak diberi wewangian atau parfum. 
Syarat kelima: tidak boleh menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim. 
Syarat keenam: bukan pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas (baca: pakaian syuhroh). 
Syarat ketujuh: pakaian tersebut terbebas dari salib. 
Syarat kedelapan: pakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan). 
Syarat kesembilan: pakaian tersebut berasal dari bahan yang suci dan halal. 
Syarat kesepuluh: pakaian tersebut bukan pakaian kesombongan. 
Syarat kesebelas: pakaian tersebut bukan pakaian pemborosan. 
Syarat keduabelas: bukan pakaian yang mencocoki pakaian ahlu bid’ah.


Sering kali aku menemukan para wanita yang sudah berniat untuk hijrah namun memiliki banyak kendala terutama masalah pakaian untuk berhijrah. Kenapa pakaian? Iya tentu, bagi seorang wanita pakaian merupakan hal yang sangat penting, ya kan ladies?

Kendala-kendala yang masif itu diantaranya adalah  stok pakaian syari yang belum cukup untuk dipakai sehari-hari, kurang pede, malu, tidak sanggup mendengar komentar orang sekitar, larangan keluarga, takut tidak tampak lebih cantik, takut kehilangan teman dan lain sebagainya, ujung-ujungnya ya takut tidak bisa konsisten atau istiqomah. Sebenarnya semua itu tidak jadi masalah asalkan kamu bisa mengawalinya dengan baik.

Nah jika kamu yang kini masih memakai pakaian non syar’i dan masih ragu untuk hijrah ke pakaian syar’I, aku punya tips yang semoga bisa membantu kamu agar nantinya bisa hijrah dengan sebenar-benarnya dan mampu meraih konsisten yang menjadi kunci keberhasilan hijrah kamu. Siap ?

1.  Temukan alasanmu
Pertama dan yang paling utama adalah kamu harus pastikan dengan tegas apa sebenarnya yang membuatmu ingin hijrah ke pakaian syar’i. Coba tutup matamu dan baca hatimu sendiri. Kamu harus punya alasan yang kokoh untuk menjawab pertanyaan ini. Karena jika tidak kokoh, dikhawatirkan kamu akan sulit bertahan untuk konsisten.

Alasan yang paling baik dan yang menjadi alasan yang seharusnya adalah kamu melakukan semua ini karena Allah SWT, kamu yakin bahwa mencapai ridho Allah SWT adalah tujuan utamamu, maka kamu tidak akan memiliki alasan lain yang bisa menggoyahkan alasan itu. Percayalah.

2.   Ganti koleksimu
Jika kamu kini masih menjadi pengoleksi celana ketat atau rok mini cobalah untuk tidak menambah koleksimu, jika sudah tiba waktunya untuk berbelanja, gantilah dengan bawahan rok panjang yang sesuai dengan seleramu, kamu masih bisa menyesuaikan dengan atasan kaos atau kemeja berlengan panjang, awalnya mungkin kamu akan menganggap memakai rok itu ribet, tapi nanti lama-kelamaan akan kamu rasakan begitu nyamannya menggunakan rok.

Aku sendiri memulai hijrah pakaian saat kuliah dimulai dengan memakai rok, seiring waktu di semester dua perkuliahan, aku menggilirkan celana jeans itu dengan rok sebisaku, walau jumlah rok sangat terbatas, walau celana-celana jeans itu terlihat begitu cantik, aku mencoba mengabaikannya. Lalu aku berusaha meminjam rok kakakku agar aku bisa tetap menggunakan rok dan menahan diri untuk tidak lagi membeli celana jenis apapun juga meski aku sangat ingin, aku menambah koleksi rok yang kupunya dan berusaha mencocokkannya dengan baju-baju yang ada.

Perubahan awal ini tidaklah kulalui dengan mudah sebab ada saja sorotan-sorotan mata sinis yang menatapku kala itu bahkan pertanyaan dan pernyataan yang menyudukanku, namun aku tak perduli, meski saat itu aku sendirian, aku yakin aku masih punya Allah yang mendukung tindakanku.

Bagaimana dengan kamu, apakah kamu sudah yakin?

3.       Perbaiki jilbab
Setelah rutin menggunakan bawahan rok, cobalah untuk memperbaiki penutup kepala yang kamu gunakan, jika kamu masih menggunakan jilbab dengan bahan yang tipis dan transparan serta tidak menutup dada dengan sempurna, gantilah dengan bahan yang tebal dan dengan ukuran yang lebih besar. Atau bahkan kamu bisa men-double jilbab yang ada, mainkan kreativitasmu.

Aku dulunya memanfaatkan dalaman jilbab model ninja yang waktu itu memang sedang nge-trend, dalaman jilbab ini dipakai untuk menutupi rambut di kepala secara sempurna. Kemudian aku mulai terbiasa tidak lagi menyingkapkan jilbabku diatas dada. Selanjutnya aku mulai sering menggunakan pashmina yang waktu itu juga sedang hangat-hangatnya, selalu kupakai dengan tetap menutupi dada serta membeli bahan yang tidak transparan.

Ketahuilah ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan menggunakan jilbab yang panjang hingga menutupi dada dan punggungmu. Hal paling baik yang bisa kamu dapatkan adalah terhindarinya tatapan-tatapan sinis dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kamu akan merasa sangat nyaman.

4.       Mulai Menggunakan gamis yang lebih simple
Sampai di tahap ini pakaianmu sudah mulai dikategorikan cukup syar’I, di tahap ini orang-orang sudah mengenal gayamu yang sopan dengan rok dan jilbab panjang menutup dada sempurna. Ini tahap yang paling penting dimana saat kamu sudah merasa nyaman maka kamu sudah menemukan identitasmu.

Namun di tahap ini kamu pasti akan merasakan ribetnya memadukan 3 item sekaligus yakni rok, baju dan jilbab, maka sampai tahap ini kamu mulai bisa mengoleksi gamis, bahkan rok mu bisa digunakan untuk dalaman gamis, masih bermanfaat sekali kan.

Saat aku sudah mulai menggunakan pakaian jenis gamis, pakaian ini sangat mudah digunakan dan tidak se-ribet mengkombinasikan baju dan rok. Alhasil rok semakin lama semakin aku tinggalkan dan aku mulai menambah koleksi gamis. Gamis membuat aku  merasa terlihat lebih anggun, teman yang bilang sih, hehe.

Saat itu aku masih menggunakan jilbab model pashmina, terkadang aku menggunakan kembali jilbab segi empat yang aku tinggalkan dahulu dengan cara dilapisi 2 hingga 3 lembar agar tidak transparan, aku merasa menjadi orang yang sangat kreatif dalam memadukan warna-warnanya dan membentuk model-model jilbab, di sini aku sering menggunakan jilbab yang dililitkan kemana-mana, terkadang aku mengikuti tutorial hijab dari youtube atau majalah agar terlihat tidak membosankan, terkadang pun menggunakannya dalam bentuk yang sangat sederhana. Bahagianya di titik ini, orang-orang sudah mulai terbiasa dengan perubahanku, mereka bahkan memandang dengan cukup hormat dan membuatku benar-benar merasa menjadi wanita yang sangat dihargai.

5.       Jilbab panjang sempurna
Tahap ini akan terjadi secara otomatis, kamu sudah merasakan nyamannya mengunakan jilbab yang menutup dada maka akan dengan mudah kamu menggunakan seluruh jilbab yang panjang-panjang, kamu bahkan bisa nyaman menggunakan cadar nantinya. Warna jilbab akan semakin kalem karena kamu semakin sadar begitu nyamannnya dalam kesederhanaan dan kebaikan untuk tidak menonjolkan diri. Dengan tahapan yang berlangsung tidak sebentar ini akan membuat proses hijrahmu berlangsung dengan baik, waktu yang kamu berikan untuk dirimu sendiri juga akan membuatmu semakin belajar menghargai proses,

6.       Selamat, kamu sudah jadi muslimah dengan pakaian syari, hijrahmu akan istiqomah, insyaAllah.



Nah begitulah tahap-tahap hijrah ke pakaian syar’I yang bisa kamu lakukan dengan sangat mudah, memang akan ada banyak kendala yang akan kamu hadapi, namun kuncinya ada di niatmu.

jika kamu niat karena Allah maka Allah lah yang akan membantumu, jangan lupa terus berdoa dan teruslah berada di lingkungan orang-orang yang solehah agar niat baikmu dapat terjaga.

Sudah siap hijrah dan istiqomah dengan hijrahmu?

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bijak dalam Konsumsi Pangan, Bantu Pertahankan Keanekaragaman Hayati demi Sumber Pangan dan Kesehatan

Semakin waktu bergulir maka era pun semakin modern dimana kini mayoritas masyarakat di dunia cenderung menerapkan gaya hidup serba instan dan jauh dari kebiasaan masa lampu, tak terkecuali soal pangan. Kini, tak sedikit masyarakat yang tidak mementingkan dari mana makanan mereka berasal, yang penting hanyalah bagaimana mereka bisa melepaskan rasa lapar melalui makanan-makanan yang enak, mahal atau bahkan makanan yang ter-update.

Mari kita sejenak menelisik ke masa-masa lampau dimana saat itu manusia mengolah makanan dengan rangkaian proses yang panjang. Memang mungkin kamu yang membaca ini tidak pernah merasakan bagaimana proses membuat makanan dari nol tapi kita tahu dari sejarah atau cerita orang tua bahwa dahulunya masyarakat memulai semuanya dari kegiatan menanam, memelihara, memanen, menjemur atau mengeringkan, menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu hingga mengolahnya sampai menjadi makanan yang siap disantap, semuanya memerlukan proses yang bersinergi dengan alam sebagai tem…

Ke Kabupaten Bungo? Ini 20 Rekomendasi Wisata yang Bisa Kamu Kunjungi

Bungo merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayah 4.659  km² (9,80% dari luas Provinsi Jambi) dengan populasi 303.135 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2010). Kabupaten ini ber-ibu kota di Muara Bungo. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Bungo Tebo. Kabupaten ini terdiri dari 17 kecamatan. Kabupaten ini memiliki kekayaan alam yang melimpah di antaranya sektor perkebunan yang ditopang oleh karet dan kelapa sawit dan sektor pertambangan ditopang oleh batubara. Selain itu Kabupaten Bungo juga kaya akan emas yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bungo (Wikipedia. Diakses 2019).

Batas-batas wilayah Kabupaten Bungo adalah sebagai berikut:


Utara : Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat
Selatan : Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi
Barat : Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi
Timur : Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

Kota Bungo mengalami perkembangan yang semakin pesat akhir-akhir ini terlebih sejak berdirinya Bandar Udara Muara Bungo yang me…